farfromfearless

Konsep O2O/Online to Offline dan Perkembangannya di Indonesia (Artikel Popular Interdisciplinary Seminar)

  • Posted: April 14, 2015
  • |
  • Author: Natalia
  • |
  • Filed under: Artikel Popular
  • |
  • Tags: No tags set for this entry.

E-commerce sudah berkembang pesat sampai saat ini dan diperkirakan akan terus berkembang sampai 5 tahun mendatang. Tidak terkecuali Negara Indonesia, Indonesia sendiri memiliki potensi untuk berkembangnya E-commerce yang sangat besar dikarenakan sifat konsumtif dari penduduk Indonesia, serta berkembangnya teknologi informasi yang ada. Hal ini disebabkan karena keadaan geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan. Kondisi inilah yang membuat konsumen cenderung malas untuk berpergian untuk sekedar berbelanja. Masalah ini dapat diselesaikan dengan adanya E-commerce. E-commerce akan mempermudah pembeli untuk berbelanja berbagai macam hal dan dilakukan secara online, tanpa harus bepergian. Sehingga, dengan tumbuhnya pasar E-commerce akan sangat berpengaruh besar. Apalagi sekitar 85% orang Indonesia telah menggunakan smartphone dan menggunakan internet untuk mencari informasi setiap saat.

Selain itu juga, sudah banyak perusahaan asing yang datang ke Indonesia dan melakukan investasi di perusahaan E-commerce di Indonesia, sebut saja seperti MatahariMall, Tokopedia, Lazada. Para perusahaan asing melihat Indonesia merupakan tempat yang berpotensi memberikan keuntungan besar, apalagi dengan perilaku orang Indonesia yang cenderung konsumtif terhadap suatu barang pada perkembangan dari zaman ke zaman. Awal mulanya, E-commerce ini muncul karena para pebisnis melihat adanya potensi pasar yang besar, namun terdapat sebuah kendala, yakni karena kondisi geografis Indonesia yang berbentuk Kepulauan. Sehingga e-commerce cocok untuk Negara Indonesia. Proses bisnis e-commerce bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut: para konsumen memesan terlebih dahulu, membayar, lalu dari penjual mengirimkan barang kepada pembelinya. Pertumbuhan E-commerce ini dapat dilihat dari data di Menkominfo yang menyebutkan bahwa nilai transaksi E-commerce pada tahun 2013 mencapai angka Rp130 triliun. Ini tentu merupakan nilai yang sangat besar untuk penjualan di Indonesia.

Pada gambar dibawah ini, menunjukkan estimasi penjualan B2C E-commerce di Indonesia dibandingkan dengan Negara Asia yang lain. Dari gambar tersebut memang terlihat bahwa penjualan di Indonesia paling sedikit dibandingkan Negara yang lain. Namun, di Indonesia memiliki perkembangan yang sangat signifikan dan sangat pesat sehingga dapat dibayangkan untuk beberapa tahun ke depan pasar e-commerce di Indonesia akan sangat besar.

estimasi-penjualan-ecommerce-di-asia

Sumber: Majalah Marketing Edisi 08/XIV/Agustus/2014, WSJ, Event Veritrans: Rise of E-Commerce.

Perkembangan pasar E-commerce yang sangat pesat ini, juga menjadi pengaruh besar bagi pengiriman logistik Indonesia. Mengingat geografis Indonesia yang berbentuk Kepulauan, menjadikan perusahaan pengiriman logistik Indonesia berperan besar dalam memperlancar kegiatan E-commerce. Namun, dari pengalaman-pengalaman yang sudah dilalui oleh para pemain E-commerce, ternyata terdapat kendala yang dapat menghambat pertumbuhan E-commerce. Menurut pemberitaan CNN Indonesia, “The Nielsen Global Survey of E-Commerce tahun lalu menunjukkan bahwa konsumen enggan membeli produk secara online karena tingginya biaya dan lemahnya infrastruktur logistik di Indonesia,” ujar Ekonom IPMI International Business School Jimmy M. Rifai Gani.

Infrastruktur pengiriman logistik di Indonesia memiliki pengaruh yang cukup besar. Minimnya jumlah perusahaan logistik Indonesia sangat bertolak belakang dengan jumlah permintaan pengiriman barang. Hal ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara penawaran jasa dan permintaan pengiriman yang cukup signifikan. Tingginya tingkat permintaan pengiriman berujung pada naiknya harga pengiriman barang, terutama pengiriman ke daerah-daerah yang lebih jauh.

Dengan adanya masalah seperti ini, muncullah konsep O2O (Online-to-Offline). O2O pada dasarnya bertujuan untuk memberikan kemudahan konsumen untuk melakukan transaksi online. Misalnya konsumen dapat berbelanja secara online, namun bisa mengambil barang-barang yang dibeli di toko fisik. Konsep ini sebenarnya sudah diterapkan oleh pemain-pemain besar E-commerce di Indonesia seperti, Lazada yang menerapkan in-house delivering, serta MatahariMall yang akhir-akhir ini diperbincangkan publik karena telah mengeluarkan dana sebesar Rp 6 triliun untuk menghadirkan platform belanja online yang terintegrasi dengan bisnis logistik mereka. MatahariMall sendiri mengharapkan dengan menerapkan konsep O2O, sistem distribusinya akan berjalan sesuai dengan harapan mereka yaitu memuaskan para pelanggan. Jadi, pelanggan MatahariMall jika melakukan belanja online bisa mengambil atau melakukan penukaran barang di outlet-outlet Matahari yang ada di Indonesia. Konsep O2O ini juga mulai dipikirkan oleh para pemain E-commerce UKM, dimana dengan cara melakukan kerja sama dengan minimarket yang ada untuk menyediakan barang yang dibutuhkan oleh konsumen. Dengan adanya penerapan O2O, akan sangat memberikan kenyamanan bagi konsumen untuk berbelanja. Selain itu, bisa mengurangi biaya pengiriman yang bisa dibilang cukup tinggi apalagi yang jangkauan wilayahnya terlalu jauh.

Konsep O2O diterapkan tentu untuk mengupayakan adanya jalan keluar dari masalah yang ada bagi para pemain E-commerce. Seperti yang telah dibahas diatas, perkembangan E-commerce di Indonesia berkembang sangat pesat. Namun karena beberapa hal, terutama mengenai infrastruktur logistik sehingga menghambat perkembangan E-commerce. Indonesia sangat berpotensi untuk melakukan kegiatan bisnis sehingga harus adanya jalan keluar untuk melancarkan kegiatan bisnis besar ini. Jadi, apakah dengan penerapan konsep O2O ini akan memecahkan masalah yang terjadi di dunia E-commerce di Indonesia?

 www.binus.ac.id

 

Referensi:

https://dailysocial.net/post/konsep-o2o-pusat-distribusi-logistik-e-commerce

https://dailysocial.net/post/siapkah-indonesia-mengadopsi-konsep-e-commerce-online-to-offline-o2o

http://startupbisnis.com/data-statistik-mengenai-pertumbuhan-pangsa-pasar-e-commerce-di-indonesia-saat-ini/

No comments as yet.

Anonymous - Gravatar

No comments have yet been made to this posting.

Commentors on this Post-

Leave a Comment-

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs are automatically generated. Off-topic or inappropriate comments will be edited or deleted. Email addresses will never be published. Keep it PG-13 people!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

All fields marked with "*" are required.